BIANCADIMAS rilis single terbaru “Sepuluh Tahun”, romansa klasik tentang jatuh cinta setiap hari
Duo pop folk BIANCADIMAS, pasangan Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan, merilis “Sepuluh Tahun”, single nostalgik tentang cinta yang berawal dari bangku taman satu dekade lalu. Lagu ini mereka tulis dan produksi sendiri di home studio.

Duo pop folk BIANCADIMAS kembali dengan single terbaru berjudul “Sepuluh Tahun”. Lewat lagu yang sangat personal ini, pasangan suami istri Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan kembali ke akar bermusik mereka: merajut manisnya kisah asmara.
Dalam setahun terakhir, BIANCADIMAS mencuri perhatian ratusan ribu pendengar dan meraih jutaan stream lewat lagu lagu yang viral seperti “Manusia Paling Menyebalkan”, “Kalimat Cinta”, dan “Sejauh Ku Memandang”. “Sepuluh Tahun” datang sebagai babak baru setelah deretan lagu itu.
Berawal dari bangku taman
“Sepuluh Tahun” mengajak pendengar masuk ke lorong waktu yang hangat, berawal dari getaran manis pertemuan pertama di sebuah bangku taman satu dekade lalu. Lebih dari refleksi perjalanan waktu, lagu ini adalah penghormatan untuk keajaiban cinta yang tidak pernah pudar: jatuh hati pada orang yang sama, setiap hari, sepanjang perjalanan hidup.
Ajaibnya semesta bekerja / Entah bagaimana bisa / Berkali musim berganti / Berulang kali jatuh hati lagi
Narasi lagu ini ditutup dengan doa dan harapan untuk masa depan, memohon kesehatan, kebahagiaan, dan kebersamaan yang penuh berkah seiring berjalannya waktu.

Chorus untuk dinyanyikan bersama
Secara musikal, “Sepuluh Tahun” memadukan lirik yang jujur dan menyentuh dengan chorus yang catchy dan siap dinyanyikan bersama. Kehangatan akustik khas BIANCADIMAS, perputaran chord yang tidak biasa di lagu pop sekarang, dan vokal latar yang saling melengkapi jadi ciri yang langsung terasa sejak pertama didengar.
Kami selalu suka menulis lagu tentang cinta, tapi ‘Sepuluh Tahun’ terasa punya tempat yang sangat spesial buat kami.
Menurut Dimas dan Bianca, lagu ini adalah persembahan untuk siapa saja yang sedang membangun jalan hidup bersama seseorang dan menyadari bahwa cinta tidak luntur dimakan waktu. Justru sebaliknya, cinta itu tumbuh makin dalam.
Digarap sendiri dari home studio
Seluruh proses produksi “Sepuluh Tahun” dikerjakan sendiri oleh BIANCADIMAS, dari penulisan lagu sampai produksi musik, di home studio di rumah mereka. Untuk mixing dan mastering, mereka dibantu Dimas Pradipta.
Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan bukan nama baru di belakang layar musik Indonesia. Mereka menggarap soundtrack film seperti Keluarga Cemara dan Imperfect, berkolaborasi dengan BCL, Ungu, Fatin, Andmesh, Andien, Lyodra, Ziva, sampai Tiara Andini, dan memboyong penghargaan di ajang AMI Awards.

Apa lagu baru BIANCADIMAS?
Lagu terbaru BIANCADIMAS berjudul “Sepuluh Tahun”, dirilis lewat SoundOn dan Kaatha Records dan tersedia di seluruh platform musik digital.
Lagu “Sepuluh Tahun” tentang apa?
“Sepuluh Tahun” bercerita tentang cinta yang berawal dari pertemuan pertama di sebuah bangku taman sepuluh tahun lalu, dan tentang jatuh hati pada orang yang sama setiap hari. Lagunya ditutup dengan doa untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kebersamaan.
Siapa pencipta lagu “Sepuluh Tahun”?
“Sepuluh Tahun” ditulis oleh Bianca Nelwan dan Dimas Wibisana, yang juga memproduseri lagu ini sebagai BIANCADIMAS.
Apa lagu BIANCADIMAS sebelum “Sepuluh Tahun”?
Sebelum “Sepuluh Tahun”, BIANCADIMAS merilis “Sejauh Ku Memandang”, setelah lagu lagu viral seperti “Manusia Paling Menyebalkan” dan “Kalimat Cinta”.
Info rilis
BIANCADIMAS, “Sepuluh Tahun”. Single terbaru. Ditulis oleh Bianca Nelwan dan Dimas Wibisana, diproduseri BIANCADIMAS, dibawakan Bianca Nelwan, Dimas Wibisana, Christoffer Nelwan, dan Athina Nelwan. Rekaman di BIANCADIMAS 35 Studio, mixing dan mastering oleh Dimas Pradipta di SUM! It Studio, artwork oleh Audy Widhianingtyas. Dipublikasikan Sony Music Publishing Indonesia, didistribusikan SoundOn dan Kaatha Records.







