MALIQ & D’Essentials buka babak baru lewat “Arah Labuh”
Menjelang usia 25 tahun, MALIQ & D’Essentials merilis “Arah Labuh”, single pembuka menuju exhibition dan album baru yang menggandeng Bilal Indrajaya, Perunggu, dan Rhoma Irama.

Hampir seperempat abad sejak pertama kali melangkah, MALIQ & D’Essentials belum mau berhenti bergerak. Band ini merilis single terbaru berjudul “Arah Labuh” lewat Organic Records, yang sekaligus jadi pintu masuk menuju exhibition dan album baru mereka.
Bukan rilisan yang melihat ke belakang, “Arah Labuh” justru dibuka dengan ajakan untuk melihat sejauh mungkin ke depan.
Berani melangkah tanpa semua jawaban
“Arah Labuh” ditulis oleh Widi Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana bersama seluruh personel band. Lagu ini bercerita tentang keberanian melangkah tanpa harus mengetahui seluruh jawabannya sejak awal, berangkat dari keyakinan bahwa setiap langkah membawa pengalaman dan cerita yang layak dijalani.
Lihat bintang yang terjauh, mari ke sana menyentuh.
Lewat metafora bintang, samudra, dan tempat berlabuh, lagunya bicara soal dorongan untuk melihat lebih jauh, mencoba hal hal baru, dan tetap melangkah meski arah di depan belum sepenuhnya jelas.
Salah langkah juga bagian dari perjalanan
Yang membuat “Arah Labuh” terasa jujur adalah caranya mengakui keraguan. Liriknya tidak berpura pura semua akan berjalan mulus: “Adakala hilang arah, kita ’kan buat salah.”
Tapi alih alih larut dalam kegelisahan, MALIQ memilih sudut pandang yang hangat dan membumi. “Sedikit bersedih lalu balik tertawa,” tulis mereka, sebelum menutup dengan “Berlama sendu jangan, yang seru akan datang.” Hidup tidak harus selalu sempurna untuk tetap layak dinikmati. Kadang yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk mengambil langkah berikutnya.

Seperempat abad MALIQ
Pesan itu dekat dengan kisah MALIQ sendiri. Hampir 25 tahun sejak pertama kali melangkah, band ini terus berkembang bersama berbagai generasi pendengar, menjelajahi beragam warna musikal, dan tetap mempertahankan karakter yang membuat karya karya mereka relevan.
Secara musikal, “Arah Labuh” membawa warna hangat dan organik yang sudah lama jadi ciri khas mereka: harmoni vokal yang kaya, permainan instrumen yang dinamis, dan aransemen yang mengalir dengan suasana lapang dan penuh energi.
Menuju album baru bersama Bilal Indrajaya, Perunggu, dan Rhoma Irama
“Arah Labuh” juga membuka jalan menuju exhibition dan album terbaru MALIQ. Rangkaian ini memperluas cerita tentang proses, pertemuan, dan eksplorasi kreatif yang membentuk fase berikutnya dalam perjalanan band.
Albumnya menghadirkan kolaborasi bersama Bilal Indrajaya, Perunggu, dan Rhoma Irama. Pertemuan lintas generasi dan karakter musikal ini membuka ruang dialog yang lebih luas, sekaligus memperlihatkan bagaimana MALIQ terus mencari cara baru untuk berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Berlabuh bukan selalu berarti sampai di tujuan. Terkadang, berlabuh adalah tentang menemukan keberanian untuk kembali berangkat.
Buat MALIQ, “Arah Labuh” terasa seperti penanda. Bukan untuk melihat ke belakang, melainkan untuk membuka ruang bagi cerita cerita berikutnya yang akan berkembang menuju 2027. Single ini sudah tersedia di seluruh platform musik digital.
MALIQ & D’Essentials di InstagramFollow ↗Tags#MALIQ & D’Essentials#Single#Organic Records#Perunggu#Bilal Indrajaya#Rhoma Irama
Written by
Syams Ramadhan


