Skip to content

Bennett A.K. rilis “Get Back”, lagu untuk yang sedang di ronde terakhir

Single keempat dari EP “Choices” ini terinspirasi film tinju seperti Rocky dan Creed: pelatih di sudut ring, lutut yang goyah, dan pilihan untuk bangkit setiap hari.

BySyams Ramadhan

Bennett A.K.
Bennett A.K.Passion Vibe

Setelah “Ganto” mengajak pendengar melangkah ke dalam panggilan hidupnya, Bennett A.K. kembali dengan “Get Back”, single keempat dari EP “Choices” yang sudah dirilis di semua platform digital.

Kalau lagu sebelumnya soal memulai langkah, “Get Back” soal bertahan: menemani pendengar di ronde terakhir, saat lutut sudah goyang dan napas mulai sesak. Pesannya sederhana. Kekalahan baru benar benar terjadi saat kita memutuskan untuk tidak bangkit lagi.

Get Back bukan hanya tentang menghadapi sesuatu yang ekstrem, melainkan pilihan untuk bangkit setiap hari.

“Terkadang pressure dalam hidup bukan datang dari satu kejadian besar, tapi dari hal hal kecil yang terus menumpuk,” kata Bennett. “Dan itu bisa muncul di banyak aspek: finansial, karakter, karier, hubungan.”

Dari sudut ring tinju

Konsep “Get Back” berangkat dari satu gambaran: seorang pelatih tinju menyemangati petinjunya dari sudut ring. Semua pengorbanan dan latihan sudah membawa mereka sejauh itu. Menyerah di tengah jalan bukan pilihan.

“Dari situ, vibe lagunya sangat terinspirasi dari film film boxing seperti Rocky, Creed, dan Southpaw, tentang perjuangan, disiplin, jatuh bangun, dan terus maju sampai ronde terakhir,” jelasnya. Sebelum rekaman di Passion Vibe Compound, Bennett bahkan menonton ulang beberapa adegan Creed supaya bisa masuk ke karakter lagu.

“2 Ls make a W”

Liriknya penuh permainan makna. Di Verse 1 ada baris “2 Ls make a W / Took hits more than 1 or 2.” Maknanya visual: gabungkan dua tangan yang membentuk huruf L, hasilnya jadi W.

“Ketika kita melihatnya seperti itu, losses tersebut sebenarnya tidak lagi bisa dianggap sebagai kekalahan. Mereka adalah bagian dari prosesnya. Losses are just building blocks to a win,” kata Bennett.

Di bagian lain ia menulis “They said that I’ve changed / How can I not? I woke up with a different view.” Menurutnya, berubah tidak selalu negatif. Berubah bisa berarti naik level dan keluar dari zona nyaman. “Setiap kali kita upgrade, belum tentu semua orang mau atau bisa tetap berada di perahu yang sama.”

Artwork single “Get Back”
Artwork single “Get Back”Passion Vibe

Icarus yang dibalik

Verse 2 memuat baris “Close to the sun but ain’t falling like I’m Icarus.” Biasanya kisah Icarus jadi peringatan soal kesombongan. Bennett membacanya dari arah sebaliknya.

Sun sebenarnya juga saya maksudkan sebagai Son, yaitu Tuhan Yesus. Semakin dekat dengan Son, justru bukan semakin dekat dengan kejatuhan, tapi semakin dekat dengan Tuhan. One is built on pride, the other is built on humility.

“Get Back” juga bukan lagu tentang orang yang sudah selesai dengan dirinya. Di tengah lirik yang penuh percaya diri, muncul baris “I repent Lord don’t leave me ’lone.” “Hanya orang yang cukup rendah hati yang bisa mengakui bahwa dirinya membutuhkan bantuan. Dan justru dengan mengakui itu, kita bisa berjalan lebih jauh,” katanya.

Lagu paling sinematik Bennett

Dari sisi musik, Bennett menyebut “Get Back” sebagai lagunya yang paling sinematik sejauh ini, perpaduan trap, cinematic, dan orkestra yang menurutnya cocok untuk film tinju atau action.

Belanegara Abe kembali dipercaya sebagai produser sekaligus penulis lagu bersama Bennett, sementara mixing dikerjakan Cuurley dari Malaysia, melanjutkan kolaborasi lintas negara mereka. “Aku juga belajar bahwa no matter the genre, I am me,” kata Bennett soal sesi sesinya bersama Abe.

Delivery lagunya diarahkan “commanding but encouraging”, belajar dari figur pelatih. “Mungkin memang ada pain, blood, sweat, and tears dalam prosesnya, tapi hati seorang pelatih sejati pasti untuk membangun muridnya.”

Bagian dari EP “Choices”

Tema besar EP “Choices” sudah terbaca dari judulnya: “Choices determine who we become and it reveals who we are.” Setiap lagu mewakili satu keputusan yang pernah diambil Bennett, sekecil atau sebesar apa pun.

Dan pesan yang ia pegang erat sampai akhir: berhenti bermimpi adalah hal paling berbahaya yang bisa terjadi pada seseorang. “Seseorang tidak bisa hidup tanpa harapan. Dan mimpi bisa menjadi energy source kita untuk terus berjalan.”

Sebelum “Get Back”: Bennett A.K., “Ganto” (Official Music Video) YouTube ↗
Bennett A.K. di Instagraminstagram.com/bennett.a.kFollow ↗

Tags#Bennett A.K.#Single#Hip Hop#Passion Vibe#Belanegara Abe

Written by

Syams Ramadhan

Read next